Telp

0354-6095010

Email

bhaktialkarim@gmail.com

Mbok tumirah peyandang tunarungu

Kehidupan bertumpu pada kebersamaan menjadi potret nyata di kediaman Mbok Tumirah. Tinggal di sebuah rumah sederhana di kawasan pedesaan, lansia ini menjalani masa tuanya bersama keluarga besar yang terdiri dari tiga putri dan para cucunya. ​Kondisi Fisik dan Komunikasi Sehari-hari ​Memasuki usia senja, Mbok Tumirah mengalami penurunan fungsi fisik, terutama pada pendengarannya. Gangguan pendengaran ini membuat komunikasi verbal dengannya menjadi terbatas. ​Dalam percakapan sehari-hari, Mbok Tumirah seringkali kurang sinkron atau tidak menyambung dengan topik yang sedang dibicarakan. Untuk mengatasinya, pihak keluarga biasanya berkomunikasi menggunakan volume suara yang lebih keras, berbicara perlahan, atau dibantu dengan gerakan isyarat tangan. ​Struktur Keluarga dan Kondisi Ekonomi ​Rumah tangga ini memiliki struktur yang cukup unik karena seluruh anak perempuan Mbok Tumirah yang berjumlah tiga orang berstatus sebagai janda. Kondisi tersebut membuat mereka memilih untuk tinggal satu atap bersama ibunya. ​Tanpa adanya sosok suami sebagai kepala rumah tangga, ketiga putri Mbok Tumirah berbagi peran mencari nafkah dengan bekerja serabutan di desa. Pendapatan yang tidak menentu membuat keluarga ini hidup dalam taraf sederhana dan fokus pada pemenuhan kebutuhan dasar sehari-hari serta biaya sekolah para cucu. ​Aktivitas Rumah Tangga ​Meskipun menghadapi keterbatasan ekonomi dan kendala komunikasi dengan Mbok Tumirah, aktivitas di dalam rumah berjalan normal dan cukup ramai karena keberadaan para cucu yang sedang tumbuh besar. ​Kehadiran anak dan cucu yang tinggal bersama membuat Mbok Tumirah tidak terisolasi di masa tuanya, meskipun ia memiliki keterbatasan dalam merespons komunikasi di sekitarnya. Semua anggota keluarga saling menyesuaikan diri dengan kondisi fisik Mbok Tumirah untuk menjaga kelancaran aktivitas sehari-hari di rumah.

-< /h2>