Telp

0354-6095010

Email

bhaktialkarim@gmail.com

Mbok parmiatun, buruh tani yang hidup sendiri

Di sebuah sudut desa yang tenang, embun pagi biasanya masih menetes di dedaunan ketika Mbok Parmiatun sudah siap memulai harinya. Wajahnya yang ramah selalu dihiasi senyum hangat, menjadi cermin dari ketabahan hati menjalani kehidupan. ​Tetap Semangat di Tengah Kesendirian ​Sejak sang suami meninggal dunia tiga tahun lalu, suasana rumah tempat tinggal Mbok Parmiatun memang terasa jauh lebih sepi. Anak tunggalnya kini sudah memiliki keluarga sendiri dan tinggal di rumah yang berbeda. ​Walau kini hidup seorang diri, Mbok Parmiatun memilih untuk tidak bermalas-malasan. Bagi nenek yang gigih ini, tetap aktif bekerja adalah kunci agar tubuhnya selalu sehat dan terhindar dari rasa sepi. ​Aktivitas kesehariannya diisi dengan hal-hal sederhana namun bermakna: ​Mencari Rumput (Ngarit): Menyusuri pematang sawah dan pinggiran ladang sejak pagi hari. ​Berkebun: Merawat berbagai tanaman sayuran di pekarangan rumah untuk mengisi waktu siang hingga sore. ​Secercah Kehangatan dari Yayasan Bhakti Al Karim ​Melihat semangat pantang menyerah dari Mbok Parmiatun, Yayasan Bhakti Al Karim hadir membawa kepedulian melalui Program Ikhlas. ​Melalui rangkaian program sosial ini, tim relawan datang berkunjung langsung ke kediamannya untuk menyerahkan bantuan santunan berupa uang tunai. Bantuan ini disalurkan untuk membantu meringankan kebutuhan sehari-hari sekaligus memberikan dorongan semangat bagi Mbok Parmiatun di usia senjanya. ​Rasa haru dan syukur terpancar jelas dari raut wajahnya saat menerima kunjungan dan kepedulian tersebut. ​Pelajaran Tentang Kesederhanaan ​Kisah Mbok Parmiatun memberikan pelajaran berharga tentang arti kemandirian dan rasa syukur. Kehadiran Yayasan Bhakti Al Karim lewat Program Ikhlas menjadi pengingat bahwa di balik kesendirian para lansia tangguh, selalu ada tangan-tangan baik yang siap berbagi kebahagiaan.

-< /h2>